This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Monday, July 11, 2022
Kata: "Bayangan"
Untuk Lihat Unjuk Kebolehan
Tudingan sebagai penunjuk tempat
Menjadi saat yang tidak diperlakukan
Sebaliknya cukup mata mengikuti
Alur kamana sua
Saturday, July 9, 2022
Ruas 🏡 Ceritae 🛫 Doang..
aku tahu dimana engkau harus berada dengan sekepala perasan mengambang yang ada berdua menantimu dalam tugas yang mulia seakan mengatakan kapan kepulanganmu dari Dubai telah sangat menjemukan untuk dinanti selama kepergian ke Fosbury,-nanti apalagi yang bisa kuucap akankah sama dengan kedatanganmu dari Oxenwood? Mereka itu hanya menantimu bukan untuk meminta-minta apalagi merepotkanmu, baginya yang berarti tak lain kecuali terima kasih atas bulan demi bulan hingga lahir dia bidadari kecil yang sangat kau tunggu.
kumemandanginya dengan sekapur sirih ditangannya lalu kuberpaling sejenak menjauh dari ketermenungannya sambil menyecap rasa yang disukanya sekian lama mengeja arti dari setiap kecapan walau sejujurnya samasekali sulit untuk mengatakan rasa suka akan hal semacam itu.
kucing bolang tidak mencari liang karena bukan kehangatan semacam itu yang dicari-cari olehnya semacam keriangan bemandi kipunya debu para anak-anak ayam bersama induknya tetap saja bulunya bebas dari kekotoran tanpa ada yang melekat saat ia usai dan meninggalkan tempat itu.
aku sangat ingin mendengar suaranya sambil duduk dibangku kayu disampingnya, mendengar bagaimana ia berdiam akan semua yang telah menjadi cerita viral di dunia maya tentang buah hatinya yang kebanggaan itu harusnya bisa menjadi miliknya, kuingin ia mendaraskan dongeng terindah seperti dulu ketika meninabobokkan dengan belaian kelembutan tangannya....
ada yang tetap kuyakini akan kesadarannya yang tidak menghilang dan membiarkan ia hanya raganya menimang buah pinang sepanjang hari, seperti kuyakini bahwa ia tetap mendengar semua suara yang dimainkan dan diputar orang disekelilingya meskipun berseberang ruang dari tempatnya menyandarkan punggungnya yang semakin renta.
tak kurang bagaimana ia masihmumpuni membungkam nyanyian perayap yang bisa menyanyi di dinding-dinding yang mengelilingi dan juga yang ada di langit-langit, dengan pranala penalarannya yang tidak hanya terlampir tetapi melekat dalam kekuatan dan ketajamannya mengolah rasa dan pikir menempuh ulir semilir arah angin membawa dirinya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sekembalinya tampak poci yang terisi...
isyarat hati menanti sapa membawa rasa berani mendekati
panjang lebar urai kata dijabarkan tak selama usapannya pada selembar daun sirih
melipat sebelum kunyahan bukan hanya tidak menghindari kata yang merepotkan
dia mengurai sosok yang mencari-cari bentuk bagaimana dirinya bisa dibentuk........
namun menyayangkannya karena takut kembali ke masa lalu yang baginya tidak mungkin
namun semua yang menjadikannya mungkin tidak mampu dilhatnya karena sebenarnya penutup-
penutup yang tak kunjung diketahuinya itu tak lebih dari tanda titik.
Lautan - Ada
Sunday, June 26, 2022
Usai Ngopi di Magelang
-edan cara pandang teman
Seperjalanan membanding dengan
Adukan kopi yang jadi penghangat perut
Melewatkan sepotong kisah di kota tua
Belanja kopi disini buatan dan rasa Kediri
Baur campur tanpa lagi peduli rasa
Ditutup lewatnya bening wajah penjaja
Makanan dibilang terenak dalam lidahnya
Tiada lain lapar dijadikan bumbu utama
Reka merekam pandangan pada gedung-gedung megah sambil kelakar
Itu yang namanya mangkrak
Ohh mungkin belum terjamah...
Bisa aja karena terlalu...
Terlalu apa lagi... timpal yang lain
Terlalu matang perencanaannya...
Terus prioritas ada di paling bawah...
Sruput...
Yang lain tanpa komentar
Hanya menambahkan suara kuah
Menyela obrolan tanpa arah apa pun
Seperti sama -sama datangnya pagi...
Beberapa tertarik
Mendengar juga menghadap layar
Apapun yang diputar jadi teman kelakar
Thursday, June 23, 2022
CeS olo
Friday, June 17, 2022
Menjadi Bagian
Ketika mencapai sebuah tanda
Berhenti sejenak ia mengenali masa
Dengan apa dia mengeja dan seakan semakin mengesan kamu telah terlewati
Jauh bahkan sangat jauh dari yang tampak dalam tanda itu, tanpa sedikit pun menjauhkanmu dari keadaan sebenarnya.
Ia masih menyempatkan dan ada ruang untukmu hingga merelakan seakan mundur jauh untuk memandangmu merayakan dan mempertontonkan setiap langkah keberhasilanmu menyelesaikan setiap rencana hingga tangga tantangan beratmu mengarungi jaman.
Gugus rasa penasaran susul menyusul mempertanyakan hanya diberi senyuman yang baginya adalah jawaban....
Karena kebesarannya dalam menguaskan rangkain besarnya kisah itu telah ia pegang lama dengan menerima dan menganggap mereka dan engkau yang senantiasa merawat mimpi....
Konyol! Menjadi umpatan yang datang terkadang sekeras palu berpaku menancapkan tuduh kelambatan padanya yang sudah tanpa bentuk dihadapannya yang selalu berteriak sebagai bagian pewujud mimpi dan kalangan berhasil pembuat kenyataan dan pengagum pekerja keras....
Selantang apa teriakannya ? Ia hanya memastikan apakah adakah yang mendengar suara umpatan itu dan kepada siapa hingga ditemoat manakah arahnya? Ia pun tersenyum dalam suasana itu...
Mengapa demikian? Ia menggelengkan kepala dengan tetap membiarkan binar bahagiannya timbunan tanya demi tanya yang mengisi benak pencari kegenapan arti diri....
Dirinya yang merasa bebas untuk memilih digambarkan dengan cepat dan liar pergelangan tangan seirung tarian jemari membawa kuas kecil di atas kanvas yang tersisa.....
Seperti apa yang ingin ia katakan.... engkau juga menjadi bagian yang layak menerima pengertian ini.... seperti kebebasan untuk menerima atau menolak apa yang ia katakan.... seperti aku akan ada di luar atau dalam dadanya ketika ia berucap.... atau bahkan dilangit bersama gumpalan awan di atas sana....










